Ketika ku berjuang dan berusaha sekuat tenaga...sampai akhirnya ku tahu bahwa rencana A telah gagal..maka sekarang saatnya untuk berpindah tujuan...dan aku harus merubah rencana-rencana yang telah tersusun rapi sebelumnya...
Sekarang aku harus melaksanakan rencana B, yang berarti rencana-rencana harus ku buat lagi dan semuanaya berbeda jauh dengan apa yang telah tergores jelas sebelumnya...
Berusahalah membuat rencana-rencana baru yang lebih baik!!meskipun kekecewaan itu selalu ada...
Sabtu, September 05, 2009
Jumat, Agustus 14, 2009
Transition Effect
Aku masih ingat saat-saat ketika pagi hari aku harus bersiap-siap untuk menuntut ilmu disekolah...ditemani pagi yang dingin..kaos kaki yang bau..dan rambut yang selalu berantakan..hahaa....
Akupun keluar dari rumah dan menuju ke sekolah. Sampai akhirnya sampai di depan gerbang.Jika Allah mengehendakiku tidak terlambat, maka aku masuk seperti biasa, tapi jika sebaliknya. Maka aku harus "berimprovisasi" untuk dapat masuk kesekolah..karena gerbang sekolah telah ditutup...
"Disuatu pagi yang cerah aku sampai di depan gerbang sekitar jam 8 pagi, dan gerbang telah tertutup rapat.Walaupun sesekali kulihat gerbang terbuka untuk guru-guru yang baru datang, dan juga staff sekolah yang punya kegiatan keluar masuk sekolah.Terlihat seseorang berseragam putih berkata-kata seperti setengah menasihati dan memarahi, dia mengatakan itu dari dalam gerbang.Saat itu aku tidak sendirian, ditemani beberapa teman dari kelas lain. Akhirnya, aku dan beberapa teman memutuskan untuk berimprovisasi dengan cara masuk melalui jalur lain..."
Saat jam kosong melanda, sering kami main-main tidak jelas..tapi yang paling aku ingat adalah ketika kami bermain bola..haha...bermain sepak bola disekolah, sungguh kenikmatan yang tiada tara..sehingga ketika jam pelajaran tiba, kami masih harus berkipas-kipas ria mengurangi rasa panas dan keringat yang terus mengucur...
Tak terasa semua hari disekolah terlah berakhir..sekarang saatnya aku berpindah ke alam lain..sekarang ini aku sedang bertransisi dari alam sekolah ke alam kebebasan..lebih tepatnya aku berada di tengah-tengah gradasi warna antara putih abuabu dan kebebasan..seandainya ada pelangi berwarna putih abuabu dan bebas maka aku pasti berada ditengah-tengahnya...tapi sungguh, ini adalah warna yang sangat sulit untuk didefinisikan, meskipun cahaya telah melewati berbagai medium yang berbeda-beda.
mungkin sekarang bukan saatnya lagi untuk memikirikan masa lalu, walaupun kenangan itu takkan pernah hilang...tepatnya, sekarang aku harus memikirkan masa depan.Apa yang harus aku persiapkan untuk menyongsong lingkunganku yang baru...
Selamat tinggal temen yang baik...temen yang jahat...temen yang biasa-biasa aja...sahabat...guru-guru...cintaku...cinta yang menunggu...cinta yang tak sempat terungkapkan...atau cinta-cinta yang lain...hehee...
OK, kali ini cukup segini dulu.
See Ya!!
Oh ya, jika diantara kalian yang membaca tulisan ini ada yang merasa muak, maka muntahkan saja...Karena saya sudah duluan. Terima kasih...
Akupun keluar dari rumah dan menuju ke sekolah. Sampai akhirnya sampai di depan gerbang.Jika Allah mengehendakiku tidak terlambat, maka aku masuk seperti biasa, tapi jika sebaliknya. Maka aku harus "berimprovisasi" untuk dapat masuk kesekolah..karena gerbang sekolah telah ditutup...
"Disuatu pagi yang cerah aku sampai di depan gerbang sekitar jam 8 pagi, dan gerbang telah tertutup rapat.Walaupun sesekali kulihat gerbang terbuka untuk guru-guru yang baru datang, dan juga staff sekolah yang punya kegiatan keluar masuk sekolah.Terlihat seseorang berseragam putih berkata-kata seperti setengah menasihati dan memarahi, dia mengatakan itu dari dalam gerbang.Saat itu aku tidak sendirian, ditemani beberapa teman dari kelas lain. Akhirnya, aku dan beberapa teman memutuskan untuk berimprovisasi dengan cara masuk melalui jalur lain..."
Hari itu beberapa orang anak manusia telah teruji keteguhannya dalam perjuangannya untuk menuntut ilmu...mereka yang punya hati benar-benar teguh akan tetap menuntut ilmu dengan cara apapun...Berhari-harari aku mengikuti berbagai pelajaran.kadang-kadang membosankan, kadang-kadang menyenangkan, kadang-kadang menyebalkan, kadang-kadang biasa saja...tapi namanya juga pelajar, jadi harus mau mengikut pelajaran..hahaa....banyak hal terjadi, kadang dimarahi,dipuji,dicueki, dan hal-hal lainnya...
Saat jam kosong melanda, sering kami main-main tidak jelas..tapi yang paling aku ingat adalah ketika kami bermain bola..haha...bermain sepak bola disekolah, sungguh kenikmatan yang tiada tara..sehingga ketika jam pelajaran tiba, kami masih harus berkipas-kipas ria mengurangi rasa panas dan keringat yang terus mengucur...
Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.itulah petikan kata-kata dari kahlil gibran..tapi benarkah hipotesis si gibran ini terbukti??yang jelas ku alami banyak orang salah mengerti tentang aku, dan kemudian mereka membuat sebuah cerita fiktif (baca : gosip) tentang aku..ya dan hampir semua orang percaya. Cukuplah, bahwa aku ini suka cari sensasi dan cerita fiktif...hehehee...(ko' kaya ga nyambung gitu yah,..?)
Tak terasa semua hari disekolah terlah berakhir..sekarang saatnya aku berpindah ke alam lain..sekarang ini aku sedang bertransisi dari alam sekolah ke alam kebebasan..lebih tepatnya aku berada di tengah-tengah gradasi warna antara putih abuabu dan kebebasan..seandainya ada pelangi berwarna putih abuabu dan bebas maka aku pasti berada ditengah-tengahnya...tapi sungguh, ini adalah warna yang sangat sulit untuk didefinisikan, meskipun cahaya telah melewati berbagai medium yang berbeda-beda.
mungkin sekarang bukan saatnya lagi untuk memikirikan masa lalu, walaupun kenangan itu takkan pernah hilang...tepatnya, sekarang aku harus memikirkan masa depan.Apa yang harus aku persiapkan untuk menyongsong lingkunganku yang baru...
Di sebuah sudut aku bepikir tentang hari esok dan hari kemarin, terlilntas kenangan dan masa depan. Antara sejarah dan cita-cita...semuanya terdengar begitu aneh, seperti didengungkan dalam frekuensi yang naik-turun tidak jelas..membuat telingaku kesulitan menangkap maksud suara itu...Dan pada akhirnya, saya mohon maaf bila selama saya hidup bersama kalian, telah banyak merepotkan, mengganggu, menyusahkan, dan atau bentuk tingkah yang menyebalkan lainnya...
Selamat tinggal temen yang baik...temen yang jahat...temen yang biasa-biasa aja...sahabat...guru-guru...cintaku...cinta yang menunggu...cinta yang tak sempat terungkapkan...atau cinta-cinta yang lain...hehee...
OK, kali ini cukup segini dulu.
See Ya!!
Oh ya, jika diantara kalian yang membaca tulisan ini ada yang merasa muak, maka muntahkan saja...Karena saya sudah duluan. Terima kasih...
Minggu, Mei 24, 2009
Akhirnya dapat SIM juga
Setelah terasa lama sekali dari dulu kala menunggu 17 tahun untuk bisa membuat SIM,,akhrinya kemarin berhasil buat juga,,
penantian yang panjang ini telah berakhir.. Tepat tanggal 20 Mei sekitar pukul 1 siang, sebuah SIM dengan namaku berada didepanku...Senengnya bisa punya SIM,,,(biasa aja kalee..)
OK..OK..cukup..cukup...bersenang-senangnya...sekarang aku akan menceritakan Proses pembuatannya.
Saat itu sekitar pukul 1 siang aku memarkirkan mobil di Kantor Polres. Dan akupun keluar menuju tempat pembuatan SIM.
Setelah melihat-lihat disana kok sepi jg ya, akhirnya aku melihat ada beberapa polisi di belakangku, dan nampak sekitar 2 pemuda yang sedang bikin SIM kaya' aku..
Aku tanya sama polisi itu, "mau bikin SIM pak..."
dan si Polisi pun menjawab, "ya silahkan tes kesehatan dulu di belakang sana.." sambil menunjukkan tangannya..
akupun pergi ketempat tes kesehatan itu..sampai sana kok udah sepi banget..malah pintunya udah dikunci.Balik lagi deh ke tempat tadi.
Sampai sana aku tanya sama polisinya "Pak tempat tes kesehatannya udah tutup.." lalu pak polisinya ngajak aku kedalam ruang pembuat SIM dan berkata dengan lirih "mo tes kesehatannya dibayar disini atau besok balik sini lagi.."
Setelah berpikir akupun memutuskan untuk dibayar disitu aja daripada besok musti bolak-balik. Tapi ajaibnya tidak ada tes kesehatan, itu hanya pembayaran sebagai simbol..xixixixii...
Nah, setelah itu aku disuruh ngisi formulir tentang data diri, setelah menyerahkan fotokopi KTP. Sebelum aku selesai ngisi, namaku udah dipanggil.
Aku masuk ke ruangan tempat pembuatan SIM tersebut, disinilah terjadi sedikit hal lucu. Dan aku lebih suka menyebutnya Kejadian Lucu Saat Buat SIM
Polisi : Udah selesai belum ngisinya?
Aku : Belum, sedik lagi..
Polisi : Sini formulirnya..
Kebetulan yang belum ku isi nama orang tua, dan Polisi itu bantu ngisiin..
Polisi : Duduk sana, didepan kamera.
Setelah itu polisinya menanyakan/mencocokkan identitasku, dan yang terakhir aku diphoto..
Selesai sudah pertanyaan-pertanyaan polisi itu kepadaku, dan sekarang saatnya SIMnya dicetak!
SIMnya selesai dicetak, oleh si Polisi diletakkan diatas meja,,
Setelah keluar dari kantor Polisi aku baru kepikiran, kenapa SIM yang C tadi ga kuminta sekalian ya,,, kan rumayan,,,heheee...
Kok bisa ya,, polisinya ga teliti gitu..wew....Jangankan
Oh ya satu lagi, aku buat SIM hanya dalam waktu sekitar 15menit saja...malah kurang mungkin , cepat bukan..??
penantian yang panjang ini telah berakhir.. Tepat tanggal 20 Mei sekitar pukul 1 siang, sebuah SIM dengan namaku berada didepanku...Senengnya bisa punya SIM,,,(biasa aja kalee..)
OK..OK..cukup..cukup...bersenang-senangnya...sekarang aku akan menceritakan Proses pembuatannya.
Saat itu sekitar pukul 1 siang aku memarkirkan mobil di Kantor Polres. Dan akupun keluar menuju tempat pembuatan SIM.
Setelah melihat-lihat disana kok sepi jg ya, akhirnya aku melihat ada beberapa polisi di belakangku, dan nampak sekitar 2 pemuda yang sedang bikin SIM kaya' aku..
Aku tanya sama polisi itu, "mau bikin SIM pak..."
dan si Polisi pun menjawab, "ya silahkan tes kesehatan dulu di belakang sana.." sambil menunjukkan tangannya..
akupun pergi ketempat tes kesehatan itu..sampai sana kok udah sepi banget..malah pintunya udah dikunci.Balik lagi deh ke tempat tadi.
Sampai sana aku tanya sama polisinya "Pak tempat tes kesehatannya udah tutup.." lalu pak polisinya ngajak aku kedalam ruang pembuat SIM dan berkata dengan lirih "mo tes kesehatannya dibayar disini atau besok balik sini lagi.."
Setelah berpikir akupun memutuskan untuk dibayar disitu aja daripada besok musti bolak-balik. Tapi ajaibnya tidak ada tes kesehatan, itu hanya pembayaran sebagai simbol..xixixixii...
Nah, setelah itu aku disuruh ngisi formulir tentang data diri, setelah menyerahkan fotokopi KTP. Sebelum aku selesai ngisi, namaku udah dipanggil.
Aku masuk ke ruangan tempat pembuatan SIM tersebut, disinilah terjadi sedikit hal lucu. Dan aku lebih suka menyebutnya Kejadian Lucu Saat Buat SIM
Polisi : Udah selesai belum ngisinya?
Aku : Belum, sedik lagi..
Polisi : Sini formulirnya..
Kebetulan yang belum ku isi nama orang tua, dan Polisi itu bantu ngisiin..
Polisi : Duduk sana, didepan kamera.
Setelah itu polisinya menanyakan/mencocokkan identitasku, dan yang terakhir aku diphoto..
Selesai sudah pertanyaan-pertanyaan polisi itu kepadaku, dan sekarang saatnya SIMnya dicetak!
SIMnya selesai dicetak, oleh si Polisi diletakkan diatas meja,,
Polisi : Ni SIMnya..
Aku : (Sambil melihat SIM yang ada di atas meja dan kuperhatikan dalam-dalam..)kok SIM C sih pak?
Polisi : Tadi kamu saya tanya cuma bilang ya..ya...saja...
Aku : Ga kok pak..(sambil mikir tadi kan cuma ditanya soal identitas aja..wuih dasar pak polisi, mang ga baca Formulirnya ya...)
Polisinya pun akhirnya kembali ke depan komputer dan meng-edit datanya, digantilah dengan A. Kemudian di cetak lagi..
Weheee....akhirnya aku udah dapat SIM juga....
Aku : Makasih ya pak,,,
Polisi : Ya....
Setelah keluar dari kantor Polisi aku baru kepikiran, kenapa SIM yang C tadi ga kuminta sekalian ya,,, kan rumayan,,,heheee...
Kok bisa ya,, polisinya ga teliti gitu..wew....Jangankan
Oh ya satu lagi, aku buat SIM hanya dalam waktu sekitar 15menit saja...malah kurang mungkin , cepat bukan..??
Langganan:
Postingan (Atom)