Jumat, Agustus 14, 2009

Transition Effect

Aku masih ingat saat-saat ketika pagi hari aku harus bersiap-siap untuk menuntut ilmu disekolah...ditemani pagi yang dingin..kaos kaki yang bau..dan rambut yang selalu berantakan..hahaa....
Akupun keluar dari rumah dan menuju ke sekolah. Sampai akhirnya sampai di depan gerbang.Jika Allah mengehendakiku tidak terlambat, maka aku masuk seperti biasa, tapi jika sebaliknya. Maka aku harus "berimprovisasi" untuk dapat masuk kesekolah..karena gerbang sekolah telah ditutup...

"Disuatu pagi yang cerah aku sampai di depan gerbang sekitar jam 8 pagi, dan gerbang telah tertutup rapat.Walaupun sesekali kulihat gerbang terbuka untuk guru-guru yang baru datang, dan juga staff sekolah yang punya kegiatan keluar masuk sekolah.Terlihat seseorang berseragam putih berkata-kata seperti setengah menasihati dan memarahi, dia mengatakan itu dari dalam gerbang.Saat itu aku tidak sendirian, ditemani beberapa teman dari kelas lain. Akhirnya, aku dan beberapa teman memutuskan untuk berimprovisasi dengan cara masuk melalui jalur lain..."

Hari itu beberapa orang anak manusia telah teruji keteguhannya dalam perjuangannya untuk menuntut ilmu...mereka yang punya hati benar-benar teguh akan tetap menuntut ilmu dengan cara apapun...

Berhari-harari aku mengikuti berbagai pelajaran.kadang-kadang membosankan, kadang-kadang menyenangkan, kadang-kadang menyebalkan, kadang-kadang biasa saja...tapi namanya juga pelajar, jadi harus mau mengikut pelajaran..hahaa....banyak hal terjadi, kadang dimarahi,dipuji,dicueki, dan hal-hal lainnya...

Saat jam kosong melanda, sering kami main-main tidak jelas..tapi yang paling aku ingat adalah ketika kami bermain bola..haha...bermain sepak bola disekolah, sungguh kenikmatan yang tiada tara..sehingga ketika jam pelajaran tiba, kami masih harus berkipas-kipas ria mengurangi rasa panas dan keringat yang terus mengucur...

Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.

itulah petikan kata-kata dari kahlil gibran..tapi benarkah hipotesis si gibran ini terbukti??yang jelas ku alami banyak orang salah mengerti tentang aku, dan kemudian mereka membuat sebuah cerita fiktif (baca : gosip) tentang aku..ya dan hampir semua orang percaya. Cukuplah, bahwa aku ini suka cari sensasi dan cerita fiktif...hehehee...(ko' kaya ga nyambung gitu yah,..?)

Tak terasa semua hari disekolah terlah berakhir..sekarang saatnya aku berpindah ke alam lain..sekarang ini aku sedang bertransisi dari alam sekolah ke alam kebebasan..lebih tepatnya aku berada di tengah-tengah gradasi warna antara putih abuabu dan kebebasan..seandainya ada pelangi berwarna putih abuabu dan bebas maka aku pasti berada ditengah-tengahnya...tapi sungguh, ini adalah warna yang sangat sulit untuk didefinisikan, meskipun cahaya telah melewati berbagai medium yang berbeda-beda.

mungkin sekarang bukan saatnya lagi untuk memikirikan masa lalu, walaupun kenangan itu takkan pernah hilang...tepatnya, sekarang aku harus memikirkan masa depan.Apa yang harus aku persiapkan untuk menyongsong lingkunganku yang baru...

Di sebuah sudut aku bepikir tentang hari esok dan hari kemarin, terlilntas kenangan dan masa depan. Antara sejarah dan cita-cita...semuanya terdengar begitu aneh, seperti didengungkan dalam frekuensi yang naik-turun tidak jelas..membuat telingaku kesulitan menangkap maksud suara itu...

Dan pada akhirnya, saya mohon maaf bila selama saya hidup bersama kalian, telah banyak merepotkan, mengganggu, menyusahkan, dan atau bentuk tingkah yang menyebalkan lainnya...

Selamat tinggal temen yang baik...temen yang jahat...temen yang biasa-biasa aja...sahabat...guru-guru...cintaku...cinta yang menunggu...cinta yang tak sempat terungkapkan...atau cinta-cinta yang lain...hehee...

OK, kali ini cukup segini dulu.
See Ya!!

Oh ya, jika diantara kalian yang membaca tulisan ini ada yang merasa muak, maka muntahkan saja...Karena saya sudah duluan. Terima kasih...