Minggu, Mei 24, 2009

Akhirnya dapat SIM juga

Setelah terasa lama sekali dari dulu kala menunggu 17 tahun untuk bisa membuat SIM,,akhrinya kemarin berhasil buat juga,,
penantian yang panjang ini telah berakhir.. Tepat tanggal 20 Mei sekitar pukul 1 siang, sebuah SIM dengan namaku berada didepanku...Senengnya bisa punya SIM,,,(biasa aja kalee..)
OK..OK..cukup..cukup...bersenang-senangnya...sekarang aku akan menceritakan Proses pembuatannya.

Saat itu sekitar pukul 1 siang aku memarkirkan mobil di Kantor Polres. Dan akupun keluar menuju tempat pembuatan SIM.
Setelah melihat-lihat disana kok sepi jg ya, akhirnya aku melihat ada beberapa polisi di belakangku, dan nampak sekitar 2 pemuda yang sedang bikin SIM kaya' aku..
Aku tanya sama polisi itu, "mau bikin SIM pak..."
dan si Polisi pun menjawab, "ya silahkan tes kesehatan dulu di belakang sana.." sambil menunjukkan tangannya..
akupun pergi ketempat tes kesehatan itu..sampai sana kok udah sepi banget..malah pintunya udah dikunci.Balik lagi deh ke tempat tadi.
Sampai sana aku tanya sama polisinya "Pak tempat tes kesehatannya udah tutup.." lalu pak polisinya ngajak aku kedalam ruang pembuat SIM dan berkata dengan lirih "mo tes kesehatannya dibayar disini atau besok balik sini lagi.."
Setelah berpikir akupun memutuskan untuk dibayar disitu aja daripada besok musti bolak-balik. Tapi ajaibnya tidak ada tes kesehatan, itu hanya pembayaran sebagai simbol..xixixixii...
Nah, setelah itu aku disuruh ngisi formulir tentang data diri, setelah menyerahkan fotokopi KTP. Sebelum aku selesai ngisi, namaku udah dipanggil.
Aku masuk ke ruangan tempat pembuatan SIM tersebut, disinilah terjadi sedikit hal lucu. Dan aku lebih suka menyebutnya Kejadian Lucu Saat Buat SIM
Polisi : Udah selesai belum ngisinya?
Aku : Belum, sedik lagi..
Polisi : Sini formulirnya..
Kebetulan yang belum ku isi nama orang tua, dan Polisi itu bantu ngisiin..
Polisi : Duduk sana, didepan kamera.
Setelah itu polisinya menanyakan/mencocokkan identitasku, dan yang terakhir aku diphoto..
Selesai sudah pertanyaan-pertanyaan polisi itu kepadaku, dan sekarang saatnya SIMnya dicetak!

SIMnya selesai dicetak, oleh si Polisi diletakkan diatas meja,,
Polisi : Ni SIMnya..
Aku : (Sambil melihat SIM yang ada di atas meja dan kuperhatikan dalam-dalam..)kok SIM C sih pak?
Polisi : Tadi kamu saya tanya cuma bilang ya..ya...saja...
Aku : Ga kok pak..(sambil mikir tadi kan cuma ditanya soal identitas aja..wuih dasar pak polisi, mang ga baca Formulirnya ya...)
Polisinya pun akhirnya kembali ke depan komputer dan meng-edit datanya, digantilah dengan A. Kemudian di cetak lagi..
Weheee....akhirnya aku udah dapat SIM juga....
Aku : Makasih ya pak,,,
Polisi : Ya....

Setelah keluar dari kantor Polisi aku baru kepikiran, kenapa SIM yang C tadi ga kuminta sekalian ya,,, kan rumayan,,,heheee...
Kok bisa ya,, polisinya ga teliti gitu..wew....Jangankan
Oh ya satu lagi, aku buat SIM hanya dalam waktu sekitar 15menit saja...malah kurang mungkin , cepat bukan..??

Kamis, Mei 14, 2009

Kebebasan Setelah Ujian!!

Wah lama banget neh aku ga posting diblog ku sendiri…

Hm.. setelah postingku terakhir tentang UM Undip, sekarang aku pengen cerita kebebasanku sekarang.

Sehabis kemarin melaksanakan Ujian Nasional, wuih,, rasanya bener-bener lega.. semua beban terasa hilang, apalagi malem hari terakhir UN. Aku membuka Pengumuman Undip dan alhamdulillah, diterima…. Walaupun di pilihan kedua. Tapi aku bener-bener harus bersyukur karena diantara aku dan temen-temen serombonganku, hanya aku yang diterima.


Setelah Ujian Nasional dan membuka pengumuman Undip, satu minggu berikutnya ada Ujian Sekolah, jujur aja neh, selama Ujian Sekolah aku ngga pernah buka buku sama sekali, apalagi belajar. Hwehwe.. masalahnya bener-bener ni tubuh udah sulit banget buat diajak belajar. Rasanya semua bagian tubuh menolak buat diajak belajar, tinggal sedikit perasaan di hati nurani yang masih menyuruhku untuk belajar.

Dan hari demi haripun berlalu tanpa bayanganmu… eh salah, maksudnya hari-hari sudah berlalu dan Ujian Sekolah pun selesai.

Nah, sekarang ini aku bener-bener lega dan tanpa beban. Lebih daripada sehabis Ujian Nasional. Saat ini aku merasa seperti terbang, terbang dan terjatuh dari sebuah tempat yang sangat tinggi dan ngga sampai-sampai daratan, terus melayang, meraskan hembusan angin kebebasan, desiran angin yang seakan menceritakan tentang beban yang menghilang, dan sepertinya kulihat kebawah ada padang rumput hijau yang begitu luas, indah dan juga menakjubkan.hwehwehwheee….


Karena saat ini aku sudah tidak punya tanggungan apa-apa lagi. Tinggal tidur, makan, main, ama ibadah. Itu aja..xixixii….Tapi sedikit keburukannya adalah jadi sering tidur ampe larut malam, kadang-kadang bangunnya juga kesiangan.. wuih parah…


Inilah Saat-saat terakhirku berada di sekolah, ya kadang-kadang datang kesekolah Cuma main-main. Kadang-kadang Cuma pengen ketemu temen.. itu aja klo temen-temen pada berangkat, kalo ga juga kecewa ke sekolahan..ewewewew…..

Sabtu, Maret 21, 2009

Kejadian Sakral saat UM UNDIP

Hm…sekarang tanggal 21 Maret, itu artinya Ujian Nasional tinggal kurang lebih satu bulan lagi..wah..wah… sepertinya aku sudah mulai letih dengan semua perjuangan ini, setelah berkali kali ikut tes sana-sini, universitas itu..universitas ini …dan yang paling iseng adalah ketika aku ikutan SIMAK UI, hehee.. kupikir inilah iseng yang paling iseng…selain itu, kemarin juga udah ikutan UM UNDIP..dan masih satu lagi univ yang kudaftar dan tinggal tesnya aja, dia adalah UGM. Waduh, walauapun aku udah sedikit jenuh dengan ini semua. Tapi.. mo gimana lagi UN aja belum..hehehee…
Semuanya memang butuh perjuangan dan pengorbanan. Tidak ada orang yang sukses tanpa dia berkoban..Oke, tapi kali ini aku mo sedikit cerita tentang pengalaman lucu waktu ikut UM di Universitas Diponegoro. Kejadian itu diawali ketika tes sudah dimulai dan pengawas berkeliling buat ngasih tanda tangan ke kartu para pesertanya, dan begitu juga dengan pesertanya mereka disuruh tanda tangan buat ngisi daftar hadir. Nah, pas tanda tangan itulah terjadi peristiwa sakral. Kejadian ini dialami ma tmenku sih.. Waktu itu dia disuruh tanda tangan di daftar hadir dan sialnya dia tuh punya beberapa tanda tangan, lah pas dia tanda tangan di daftar hadir malah dia pakai tanda tangan berbeda ma yang ada di kartu peserta. Langsung deh si pengawas punya pikiran bermacam-macam ( baca : Peserta ini tidak asli/joki ). Akhirnya temenku itu ( identitas disamarkan demi keamanan, hehee..) disuruh tanda tangan berkali-kali di kertas kosong. 10 kali untuk satu jenis tanda tangan. Karena tanda tangannya dua, otomatis dia disuruh tanda tangan sekitar 20an kali…halah… kasian banget ga si..?? sementara aku disebelahnya justru pengen ketawa…Ngapain juga memasukkan tanda tangan yang beda..??Akhirnya setelah dia disuruh tanda tangan untuk ke banyak kali, mulailah dia bisa mengerjakan soal-soalnya, itu juga sambil dipandang-pandang aneh ma pengawasnya..Mungkin pengawasnya suka kali ya ma dia..??

Pesan Moral : Bagi yang punya banyak tanda tangan, jangan lupa ingat tanda tangan yang kamu pakai pada suatu acara hanya satu jenis tanda tangan saja. Tidak kurang dan tidak lebih…