Novel Ayat-ayat cinta karangan Habiburrahman El Shirazy atau biasa akrab di panggil Kang Abik ini telah difilmkan dan berhasil dengan baik. Keuntungannya sangat banyak, selain itu juga mampu menarik banyak sekali penonton. Bahkan ada beberapa bioskop yang menayangkan film Ayat-Ayat Cinta ini dibeberapa studionya sekaligus. Seperti jaringan bioskop 21 yang menayangkan film ini di 3 studionya sekaligus. Di Malaysia, pemutaran ayat-ayat cinta baru 3 hari saja sudah menyedot 1,5 juta penonton, artinya penonton mencapai 500.000 orang dalam sehari. Walaupun film ini tidak shooting di mesir sungguhan, tetapi ternyata film ini benar-benar menggemparkan dunia perfilman asia tenggara.
Menurut Hanung Bramantyo, sutradara Ayat-Ayat Cinta, dalam pembuatannya memang ada perubahan dari novel aslinya. Termasuk karakter Fahri yang menurutnya terlalu sempurna. Jadilah dia merubah sedikit karakter Fahri dengan setuhannya. Sedangkan tentang ketidakberhasilannya shooting di Mesir itu disebabkan banyaknya kendala yang dihadapinya, terutama pembiayaan.
Setelah novel Kang Abik ini sukses, ternyata karya Kang Abik yang lainnya juga akan segera di filmkan. Novel itu berjudul Ketika Cinta Bertasbih, Novel yang juga bersetting di Mesir ini akan digarap oleh rumah produksi Sinemart dan disutradari oleh Chairul Umam. Rencananya film ini akan benar-benar dibuat di Mesir. Para krunya pun telah melakukan survey ke Negara pyramid tersebut pada hari Rabu 16/04.
Chaerul Umam pun menjanjikan film tersebut akan dibuat sedekat mungkin dengan aslinya, "Kami akan mengusahakan image film KCB tetap sama dengan novelnya. Meski sama persis antara film dan noveinya tidak mungkin, setidaknya image novel itu tetap terasa dalam filmnya. Itu yang akan kami usahakan semaksimal mungkin kata pria yang akrab disapa Mamang itu.
Sekarang pembuatan film Ketika Cinta Bertasbih pun tinggal menunggu ijin dari pemerintah Mesir untuk melakukan shooting disana. Sinemart pun telah bekerja sama dengan production house lokal yaitu EMPC (Egiptyan Media Production City) untuk menjajaki pemakaian laboratorium pemrosesan film dan studio pengambilan gambar.
Duta besar Rl untuk Mesir, AM Fachir, menyambut baik rencana shooting tersebut. Bahkan, duta besar Indonesia yang baru enam bulan menjalankan tugas di Mesir ini juga mempersilakan kediaman duta besar untuk dijadikan lokasi pengambilan gambar. Tokoh Eliana yang terdapat dalam novel KCB adalah putri duta besar Indonesia di Mesir.
"Silakan saja Anda shooting disini, sepanjang tujuannya baik dan tidak mengganggu ketertiban. Kami juga akan membantu seperti soal perizinan sesuai dengan kewenangan yang ada pada kami," ujar AM Fachir.
Jika benar Film Ketika Cinta Bertasbih ini akan digarap di Mesir seharusnya animo masyarakat terhadap film ini akan lebih besar ketimbang film sebelumnya yaitu Ayat-ayat Cinta. Tetapi dengan dipengaruhi banyak hal bukan tidak mungkin jika film ini tidak lebih sukses daripada Ayat-Ayat Cinta. Dan kita sebagai penikmat hanyalah tinggal menunggu untuk kemudian memberikan penilaian pada hasilnya.
Sedikit mengutip “Republika 20 April 2008”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar